People Story

Fahrizal: Melihat Potensi di Balik Sesuatu yang Dianggap Limbah

Ketika pelanggan meminta ISS menciptakan area bagi karyawan untuk beristirahat setelah bekerja, Fahrizal melihat sebuah peluang. Dengan memanfaatkan kayu dari pohon yang seharusnya dibuang, ia bersama timnya membuat furnitur secara handmade, memberikan kehidupan kedua bagi kayu tersebut sekaligus menghadirkan ruang yang lebih berkelanjutan untuk dinikmati para karyawan.

FAHRIZAL_4_web_optimized
Mengubah Pohon Tumbang Menjadi Ruang untuk Bersantai dan Berinteraksi

Sebagai Supervisor Teknisi ISS di sebuah lokasi perkebunan di daerah terpencil Indonesia, Fahrizal selalu membawa pola pikir kreatif dalam setiap proyek yang ia pimpin.

"Ketika saya diberikan sebuah tugas, saya selalu mencoba melihat apa lagi yang bisa saya lakukan agar hasilnya lebih baik atau lebih berkelanjutan. Kuncinya adalah mendengarkan dengan saksama dan memahami kebutuhan pelanggan."

Saat pelanggan ingin menciptakan tempat bagi para karyawan untuk bersantai dan berkumpul setelah menjalani shift kerja yang panjang, Fahrizal mendapatkan sebuah ide.

"Di area perkebunan terdapat beberapa pohon yang perlu ditebang sebelum menjadi risiko keselamatan. Saya berpikir, daripada kayunya terbuang percuma, mengapa tidak dimanfaatkan kembali untuk membuat furnitur bagi area tempat karyawan bisa beristirahat?"

Fahrizal bekerja sama erat dengan pelanggan untuk mengembangkan gagasan tersebut serta mengeksplorasi berbagai desain. Bersama timnya, ia kemudian mengubah kayu tersebut menjadi kursi, bangku, meja dan dekorasi dinding untuk area baru tersebut.

"Setelah mendiskusikan desain dengan pelanggan, tim dan saya mulai membuat furnitur tersebut. Melihat orang-orang menggunakan area itu untuk bersantai dan berkumpul membuat seluruh kerja keras kami terasa sangat berarti."

"Banyak orang sangat menyukai area tersebut. Bahkan, banyak yang bertanya apakah kami bisa membuat sesuatu yang serupa untuk rumah mereka. Saya sangat bangga karena ide ini kemudian direplikasi di lokasi lain."

Dari Cleaner Menjadi Pemimpin Tim Beranggotakan Lebih dari 20 Orang

Semangat untuk terus belajar, mencari solusi, dan menerima tantangan baru juga membentuk perjalanan karier Fahrizal di ISS. Ia bergabung dengan ISS lebih dari 20 tahun lalu sebagai cleaner di sebuah perusahaan manufaktur di kampung halamannya di Sumatra, Indonesia.

"Saya ingin belajar, mengambil tanggung jawab yang lebih besar, dan berkembang. Setelah dua tahun, saya mendapatkan kesempatan untuk melamar posisi supervisor dan pada percobaan ketiga saya berhasil. Sejak saat itu, saya memperoleh pengalaman di berbagai industri, termasuk telekomunikasi dan perkeretaapian, sebelum akhirnya beralih ke industri perkebunan pada tahun 2021."

Saat ini, Fahrizal memimpin tim yang beranggotakan lebih dari 20 orang. Dalam perjalanannya, ia belajar bahwa memberikan layanan terbaik tidak hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membangun hubungan yang baik.

"Saya harus belajar bagaimana berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, dan bekerja erat bersama tim. Saya juga belajar untuk bertindak cepat dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Menjadi pemimpin yang baik berarti terus belajar dan terbuka terhadap masukan."

Fahrizal-Apple_Award-10_(1)

Setelah lebih dari dua dekade bersama ISS, Fahrizal masih terus mencari kesempatan baru untuk belajar dan berkembang.

"Saya mencintai pekerjaan saya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik setiap hari. Bagi saya, ISS telah menjadi lebih dari sekadar tempat bekerja. Di sinilah saya bertumbuh, mengembangkan keterampilan, dan membangun karier. Suatu hari nanti, saya berharap memiliki kesempatan untuk bekerja di tingkat internasional."