2026-04-29

ISS Indonesia Dorong Peningkatan Kompetensi Fire and Explosion Safety

Dalam rangka Global Safety Week 2026, ISS Indonesia menyelenggarakan seminar bertajuk “Fire and Explosion Safety for Building and Facility Management” yang menghadirkan Dr. Ir. Adrianus Pangaribuan, M.T., PFE., CFEI, seorang pakar Fire & Explosion Engineering.

Global Safety Week Seminar (1)

Kegiatan yang diselenggarakan pada 29 April 2026 di Graha ISS, Bintaro Support Center ini, melibatkan klien, tim operasional, teknisi, dan vendor sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai risiko kebakaran dan ledakan di lingkungan  bangunan dan fasilitas.

Seminar ini menjadi salah satu bentuk partisipasi ISS Indonesia dalam rangkaian Global Safety Week yang diinisiasi oleh ISS Global. Melalui kegiatan ini, ISS Indonesia mengajak para stakeholder untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan risiko serta membangun lingkungan kerja yang lebih aman melalui kolaborasi.

Menurut Mirza Kurniawan, HSEQ Department Head ISS Indonesia, tema fire and explosion safety (keselamatan kebakaran dan ledakan) dipilih karena risiko kebakaran masih menjadi salah satu tantangan yang dapat terjadi di berbagai jenis fasilitas dan lingkungan kerja.

“Risiko kebakaran masih menjadi salah satu tantangan yang dapat terjadi di berbagai jenis fasilitas. Melalui seminar ini, kami ingin memperkuat pemahaman dan kolaborasi dengan klien serta seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan risiko kebakaran dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Sejalan dengan budaya keselamatan ISS, kami percaya bahwa keselamatan dapat diwujudkan melalui semangat Creating SAFE Spaces Together,” ujar Mirza Kurniawan.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Adrianus Pangaribuan mengajak peserta untuk melihat risiko kebakaran dan ledakan dari perspektif engineering, yang melengkapi pendekatan keselamatan kerja yang selama ini lebih banyak dibahas dari sisi manajemen dan HSE. Melalui sudut pandang tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kebakaran dan ledakan dapat terjadi di berbagai jenis bangunan dan fasilitas.

Materi yang disampaikan juga membahas berbagai faktor yang dapat memicu kebakaran dan ledakan, termasuk potensi risiko yang berasal dari listrik, elektrostatis, debu, maupun gas. Selain itu, peserta diajak memahami karakteristik risiko pada berbagai jenis fasilitas, mulai dari gedung perkantoran, apartemen, hotel, hingga fasilitas yang lebih kritis seperti rumah sakit.

Dr. Adrianus Pangaribuan menjelaskan bahwa pemahaman terhadap risiko dari perspektif engineering dapat membantu para pengelola fasilitas dan tim operasional dalam mengenali potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja.

“Selama ini pembahasan cenderung berfokus pada aspek K3 atau HSE, namun kini kami mencoba memperluas perspektif melalui pendekatan engineering. Pendekatan ini membantu memahami potensi kebakaran dan ledakan di gedung maupun fasilitas dengan paparan debu dan gas, termasuk faktor penyebabnya seperti kelistrikan dan elektrostatik. Melalui pemahaman tersebut, klien ISS dapat menyadari bahwa berbagai risiko tersebut berpotensi terjadi di fasilitas yang mereka miliki dan bagaimana penanganannya,” jelasnya.

Selain memperkuat pemahaman teknis mengenai risiko kebakaran dan ledakan, seminar ini juga mendorong penerapan SAFE Behaviour, khususnya pilar Speak Openly, melalui keterbukaan dalam menyampaikan potensi risiko serta pentingnya komunikasi dan kolaborasi antar stakeholder dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

Melalui kegiatan ini, ISS Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya keselamatan, meningkatkan kompetensi para stakeholder, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.

 

Tentang ISS
ISS adalah perusahaan layanan fasilitas dan pengalaman kerja terkemuka. Dalam kemitraan dengan pelanggan, ISS mendorong keterlibatan dan kesejahteraan karyawan, meminimalkan dampak lingkungan, serta melindungi dan memelihara properti. ISS mencapai hal ini melalui kombinasi unik antara data, wawasan dan keunggulan layanan di kantor, pabrik, rumah sakit, layanan transportasi, dan lokasi lain di seluruh dunia. ISS memiliki lebih dari 325.000 karyawan di seluruh dunia, yang kami sebut sebagai "placemakers". Untuk informasi lebih lanjut tentang ISS Group, kunjungi
www.issworld.com

Untuk pertanyaan media:
Ida Widayani, Marketing & Communication Department Head
id.marcomm@id.issworld.com

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ISS Indonesia dan layanan kami, silakan kunjungi: