Tidak ada hasil yang ditemukan. Silakan coba gunakan kata kunci pencarian lain.
“Percakapan ini benar-benar menjadi salah satu momen penentu dalam perjalanan karier saya. Dia mengatakan bahwa posisi tersebut berpotensi menjadi penerus jabatannya. Dia juga berjanji kepada saya bahwa dia akan berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan saya agar menjadi CFO yang baik di ISS. Jadi, saya mengambil kesempatan itu. Dan saya harus mengakui bahwa dia benar-benar menepati janjinya. Dia sangat mendukung perkembangan dan transformasi saya hingga akhirnya saya dapat mengambil alih posisinya empat tahun kemudian,” kata Joanna.
Mitra bisnis sejati
‘Orang’ adalah tema yang berulang saat mengungkap perjalanan Joanna. Berasal dari dunia yang lebih berfokus pada aspek ‘teknis’ keuangan serta hasil ‘saat ini’, dia kini menemukan dirinya di sebuah perusahaan besar di mana kecerdasan bisnis dan keterampilan interpersonal sangat penting untuk meraih kesuksesan. Dia menjelaskan:
“Di ISS, orang-orang berada di pusat dan inti segalanya. Melalui upaya yang penuh dedikasi dari rekan-rekan kami di lapangan, ‘placemakers’, kami memberikan nilai langsung kepada pelanggan kami. Di tingkat kantor, kerja sama tim dan saling memanfaatkan keahlian masing-masing sangat krusial bagi pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang. Awalnya, saya harus belajar hal ini—saya harus mencari cara terbaik untuk berkontribusi pada organisasi yang berorientasi pada orang ini.
Saya menyadari bahwa hal terpenting dalam bidang profesional saya adalah menjadi ‘mitra bisnis’. Hanya ketika saya memahami kebutuhan orang lain dan mendukung mereka dengan pengetahuan profesional serta kerja keras saya, barulah saya dapat memberikan dampak yang nyata. Ini bukan sekadar peran yang saya jalani; hal ini telah menjadi nilai dasar bagi saya. Dan saya sangat yakin bahwa mengembangkan pola pikir dan pendekatan sebagai mitra bisnis telah membawa saya ke posisi saya saat ini.”
Konflik yang Membangun Hubungan yang Erat
Pola pikir sebagai mitra juga membuat Joanna tetap fokus pada manfaat perusahaan, bukan hanya kepentingannya sendiri. Dia bukanlah orang yang paling ‘vokal’ di ruangan itu, dan dia berpendapat bahwa berkat dukungan terus-menerus dari manajer dan rekan kerja yang telah melihat dan memupuk potensinya, dia pun menyadari apa yang sebenarnya mampu dia lakukan. Ada dua peristiwa yang signifikan dalam hal ini:
“Sekitar tahun 2020, saya terlibat dalam masalah bisnis dengan pemangku kepentingan eksternal ISS di Polandia. Masalah tersebut akhirnya melibatkan CEO Grup kami, Kasper Fangel, yang saat itu menjabat sebagai CFO Grup. Saya belum pernah bekerja dengannya sebelumnya. Saya ingat bahwa Kasper dan saya tidak sepakat dalam panggilan telepon tersebut dan saya benar-benar harus memperjuangkan argumen saya. Di akhir panggilan, Kasper berkata: ‘Saya suka Anda. Saya suka sikap Anda’. Ini menandai awal hubungan kami, dan saya telah sangat diuntungkan dari dukungan Kasper selama bertahun-tahun”.
Mempelajari kesabaran sebagai keterampilan baru
Peristiwa kedua adalah penilaian keterampilan yang dilakukan di antara para CFO negara-negara ISS pada tahun 2021. Profil dan kekuatan Joanna diuraikan, dan ia menerima umpan balik langsung bahwa ia memiliki keterampilan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar sebagai CFO di negara yang lebih besar. Kini, tiga tahun kemudian, ia baru-baru ini menjabat sebagai CFO ISS di Indonesia. Perubahan besar yang mengharuskan Joanna beradaptasi dalam berbagai hal:
“Segalanya terasa baru bagi saya, mulai dari menggunakan isyarat untuk berkomunikasi saat berbelanja karena tidak menguasai bahasa setempat, hingga memahami budaya dan cara kerja yang berbeda. Pelajaran utama bagi saya adalah kesabaran, dalam segala hal. Mereka yang mengenal saya mungkin akan mengatakan bahwa kesabaran bukanlah sifat terkuat saya, tetapi saya sedang belajar dan memanfaatkan dukungan luar biasa dari orang-orang di sekitar saya. Ini benar-benar petualangan yang menarik, dan saya menikmati setiap harinya.”
Tetap setia pada diri sendiri sambil beradaptasi dengan perubahan
Sebagai seorang pemimpin berpengalaman saat ini, dan berdasarkan pengalaman kariernya sendiri, Joanna memberikan saran yang jelas kepada rekan-rekannya, termasuk para profesional muda yang baru memasuki pasar kerja:
“Kalian harus tetap setia pada diri sendiri dan jangan pernah takut pada perubahan. Dunia berkembang lebih cepat dari sebelumnya, dan kita semua perlu beradaptasi. Namun, hal ini menghadirkan banyak peluang jika kalian tetap terbuka, penasaran, dan fokus pada di mana keterampilan unik kalian dapat memberikan nilai tambah. Jangan memandang kariermu sebagai perjalanan ‘satu arah saja’. Perjalanan ini bisa penuh liku-liku, yang semuanya berkontribusi pada perkembanganmu.
Terakhir, marilah kita semua tetap waspada terhadap potensi yang ada dalam diri kita masing-masing. Jika orang lain tidak melihat dan memupuk potensi saya, saya tidak akan memulai petualangan ini di Indonesia saat ini.”